Rabu, 19 November 2014

MAKANAN KHAS LINTANG EMPAT LAWANG


Bagi saya orang lintang(palembang) asli tentunya sudah tidak asing lagi dengan makanan berikut ini,artikel ini saya tulis hasil dari ngintip blog sebelah ,saya sangat tertarik dengan artikelnya dan sekaligus mengingatkan saya pada masa kecil di kampung dulu


oke tanpa banyak bicara lagi langsung saja saya beberkan satu persatu menu tsb .....

TEMPUYAK

Makanan ini terbenuk dari hasil permentasi durian ''tanpa di campur ragi''
tapi ada sebagian orang yang menyampur sedikit garam sebagai perasa,
makanan ini sangat cocok jika ditumis campur ikan gabus,atau di makan mentah pun tetap enak ,pengganti saus


BEGEKU

Mungkin di masyarakat umum sudah tidak asing lagi masakan seperti ini ,ada bnyak nama masakan sejenis tapi jika tidak salah di lintang menyebutnya gondang


PINDANG IKAN GUAN(ikan gabus)

nah yang berikut ini sangat mantap jika di santap di sebelah selingkuhan hehehe,,becanda gan
makanan yang berbahan dasar ikan gabus ini kemudian di masak pakai kuah dan di bumbui dengan bla..bla...bla...(ane gk hpl bumbunya nyokap yg tau ),,saat pertama kali memandangpun akan kebayang rasanya yang wah banget....


Sebenarnya masih banyak masakan khas seperti di atas namun di artikel ini saya cuman bisa menjabarkan 3 menu di atas mungkin jika saya pulang kampung akan saya posting yang lebi banyak lagi dan dengan resep jika memungkinkan....

Sabtu, 15 November 2014

Dampak Buruk Bila Sering Membentak Anak


“Tahukan bunda di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya 1 pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga.”

Membentak bisa berpengaruh buruk pada anak-anak, karena bisa membuat renggang ikatan batin dengan anak, selain itu bentakan tidak mengajarkan apa-apa untuk perkembangan si kecil. Saat usia anak masih di bawah 10 tahun, mereka tidak akan melawan atau balas membentak. Tetapi karena sikap pasif mereka itu, Anda jadi tidak bisa mengukur seberapa besar dampak psikologis yang ditimbulkan karena membentak. Anak cenderung untuk meniru perilaku orangtuanya. Seorang anak yang selalu dibentak, diomeli, atau dimarahi, akan tumbuh dengan keyakinan bahwa dia sah-sah saja berkomunikasi dengan menggunakan bentakan, omelan, atau kemarahan.

Beberapa dampak negatif membentak anak adalah:

1. Anak saat dewasa menjadi minder & takut mencoba hal baru. Jiwanya selalu merasa bersalah sehingga hidupnya penuh keraguan dan tidak percaya diri.


2. Anak akan memiliki sifat pemarah, egois, judes karena dia dibentuk dengan kemarahan oleh orang tuanya. Jika ada hal yang tidak berkenan dihatinya karena sikap kawannya, dia cenderung agresif dan memarahi rekannya. Padahal masalahnya hanya sepele.

3. Anak akan memilki sifat menantang, keras kepala dan suka membantah nasehat atau perintah orang tuanya.

4. Anak akan memiliki pribadi yang tertutup dan suka menyimpan unek-unek nya, takut mengutarakan, karena takut dipersalahkan.

5. Anak menjadi apatis, sering tidak peduli pada suatu hal.


Dari beberapa artikel dan penelitian disebutkan bahwa, satu bentakan merusak jutaan sel-sel otak anak kita. Hasil penelitian Lise Gliot, berkesimpulan pada anak yang masih dalam pertumbuhan otaknya yakni pada masa golden age (2-3 tahun pertama kehidupan, red), suara keras dan membentak yang keluar dari orang tua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. Sedangkan pada saat ibu sedang memberikan belaian lembut sambil menyusui, rangkaian otak terbentuk indah.

Penelitian Lise Gliot ini sendiri dilakukan sendiri pada anaknya dengan memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monitor komputer sehingga bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan otak anaknya. “Hasilnya luar biasa, saat menyusui terbentuk rangkaian indah, namun saat ia terkejut dan sedikit bersuara keras pada anaknya, rangkaian indah menggelembung seperti balon, lalu pecah berantakan dan terjadi perubahan warna. Ini baru teriakan,” ujarnya. Dari hasil penelitian ini, jelas pengaruh marah terhadap anak sangat mempengaruhi perkembangan otaknya. Jika ini dilakukan secara tak terkendali, bukan tidak mungkin akan mengganggu struktur otak anak itu sendiri. “Makanya, kita harus berhati-hati dalam memarahi anaknya,” Tidak hanya itu, marah juga mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh. Tak hanya otak, tapi juga hati, jantung dan lainnya.


Kelekatan hubungan anak dan orang tua sangat berpengaruh bagi perkembangan otak dan psycologisnya, tdk usah khawatir anak jadi cengeng dan manja. So.. Semoga saya tidak membentak lagi terutama pada umur 1-6 tahun si anak karena ini adalah "the golden age" yang dapat merusak kecerdasan emosionalnya. 

Mari yuk selalu memberi pujian tulus dan pelukan kasih sayang kepada anak-anak kita agar kelak menjadi anak yang cerdas berjiwa penuh kasih sayang. 



(sumber: ecahyono, forum.detik.com , life viva )